The end of July.
entah apa yang sedang aku rasakan
sekarang… rasanya seperti…antara berada di ambang-ambang nyata dan
tidak.
Seseorang yang kehadiran nya
selalu aku tunggu, setiap saat setiap waktu, kini…entah.
Maaf jika tulisan ini sangat
tidak tertata. Tapi, sama seperti perasaan ku saat ini, yang sedang porak
poranda, tak beraturan, tak tersusun, berhamburan.
Seketika semua keinginan hilang.
Yg aku jalani sekarang bukan lagi untuk sebuah tujuan. Aku membiarkan jiwa ini
membawaku kemana saja.
Seseorang yang indah. Dia nyata.
Seseorang yang membuatku ingin terbangun dari mimpi indah. Dia, lebih indah
dari sebuah mimpi.
Nyaman. Satu kata yang selalu
melekat saat bersamanya. Segala yang buruk, saat dia didepan mata, semuanya
hilang. Segala yang buruk, saat mendengar suaranya, semuanya hilang.
Hilang. Kini dia hilang. Tak ada
suaranya, tak ada dirinya disini. Dia hanya meninggalkan luka dan sejuta
kenangan. Yang keduanya sangat sulit untuk di lepas. Yang membuatku berada di
ambang-ambang. Tetap disini, atau pergi?
Aku tak pernah berharap ini
terjadi. Berada disebuah pilihan dimana kata ‘’pergi’’ berada. Aku tak pernah
mau pergi. Aku tak pernah mau dia pergi. Masih belum bisa menerima jika memang
Tuhan menginginkan kisah ini harus berakhir.
Sekali lagi, tak ada yang aku
harapkan. Aku hanya tak ingin berusaha pergi. aku serahkan semuanya pada Tuhan.
Biar Tuhan yang membawaku. jika memang Tuhan
membawaku pergi darinya. Aku percaya, lambat laun aku akan bisa menerima. Dan
aku tidak akan pernah menyesal. Tak pernah menyesal menerima keputusan Tuhan,
tak pernah menyesal bertemu dengan nya.
‘’I’m half woman, at best. With half an arrow in my chest. i miss everything we do, I’m half a heart without you’’
Komentar
Posting Komentar