Pertemuan Hari Itu
Hari itu, sebuah pertemuan tidak sengaja di jejaring sosial…
Dimulakan dengan percakapan kecil, yang perlahan-lahan
menghipnotisku untuk semakin ingin mencicipi sedikit tentang dirimu. Cerita
demi cerita yang kau lontarkan mulai mengantarku masuk ke duniamu. Awalnya rasa
ini hanya rasa kagum yang tak terlalu aku perdulikan….
Cerita dan guyonan setiap malam yg kamu selipkan lewat pesan
singkat mampu menyeretku ke perasaan yg dulu sangat aku hindari, cinta. Hingga
aku menyadari, ternyata aku mulai bergantung.. aku mulai butuh. Dan rasa kagum
ini berkembang menjadi rasa takut kehilangan yang sulit di hindari.
Setelah pertemuan tidak sengaja itu, aku semakin menikmati
hari-hari bersamamu, aku mencintaimu tanpa sepengetahuanmu. Perasaan ini membuat
aku layaknya aliran sungai yang tak berujung….
Semakin hari kamu semakin dekat dan dekat, membuatku semakin merasa sulit kehilanganmu.
Hingga akhirnya, 12 juni 2012, aliran sungai itu akhirnya menemukan ujungnya…
IYA, KITA JADIAN!!
Kamu membuka mataku dengan tindakanmu yang ajaib, entah apa
yang kamu lakukan hingga aku menggilaimu seperti ini. Banyak suka-duka yang
dilalui dalam kisah cinta yang kita buat ini. Aku sempat berfikir bahwa
mencintaimu itu sakit, namun jika memang itu kenyataan nya, aku rela menahan
sakit ini. Aku sempat berfikir bahwa aku lebih baik tidak dipertemukan denganmu
agar aku tidak akan merasakan sakitnya mencintaimu, namun jika tidak, aku tidak
akan merasakan bagaimana rasanya waktu berhenti sejenak saat aku bersamamu, aku
tidak bisa merasakan rasanya dunia milik berdua saat aku bersamamu…
Aku bersyukur dipertemukan olehmu, aku bersyukur bisa
mencintaimu, dan aku sangat bersyukur dicintai oleh seseorang sepertimu. Cinta
ini tulus, sungguh.
Aku tidak lagi bisa mengatakan semua ini diawali oleh
pertemuan tidak sengaja. Aku sebut ini Takdir..
Takdir yang mempertemukan, takdir yang menumbuhkan rasa
cinta ini, takdir yang membuat aku dan kamu menjadi KITA..
Komentar
Posting Komentar